Forex hari ini kaskus

forex hari ini kaskus

Pada akhirnya saya memutuskan untuk berganti dokter yang ada di Surabaya. Di dokter Surabaya, sebenarnya saya sudah membawa hasil tes darah saya. Tetapi dokter pun menyuruh saya untuk tes lagi yaitu tes indoskopi dan tes darah lagi dengan biaya sekitar 5 juta rupiah.

Pak Sisil ini orangnya asyik juga, enak diajak ngobrol. Dan orangnya baik bener. Saya tanya apa aja selalu dijawab. Dan menurut saya, pak Sisil ini orangnya benar-benar berniat menolong orang sampai sembuh. Gak seperti doktor-doktor yang biasanya banyak menghabiskan wang pesakit tetapi belum pasti dapat sembuh atau tidak. Papa saya yang bertemu dengan pak Sisil secara langsung juga mengatakan, pak Sisil orangnya ramah dan enak diajak ngomong.


Saya sendiri juga kurang sopan untuk menjalani operasi jalur, karena ketika mencari di internet, ternyata saya menemukan ada banyak sekali orang yang setelah diangkat kantung empedunya malah menghadapi masalah-masalah lain digernakan setelah operasi.

Tetapi karena saya juga sedikit frustasi dengan sakit yang tidak kunjung sembuh ini, maka tidak ada salahnya saya mencobanya sebelum menempuh jalur operasi pengangkatan kantung empedu seperti yang kebanyakan orang lakukan.

Papa saya juga sempat bertanya tentang Asam Urat ke pak Sisil, dan dia memberitahu resepnya langsung ke Papa saya tanpa biaya. Mulai besoknya, saya mulai menjalankan terapi yang diajarkan oleh pak Sisil. Terapi yang diberikan pak sisil ini berlangsung selama 7 hari normal. Dan ada 3 ramuan yang diberikan oleh pak Sisil. Ramuan pertama diminum selama 5 hari berturut-turut. Sedangkan ramuan kedua dan ketiga diminum pada hari ke awalnya saya sungguh tidak yakin apakah benar dengan meminum ramuan saja bisa keluar batu empedunya.

Pada hari keenam, saya pun berpuasa malam harinya dan meminum ramuan kedua bewarna putih jam 6 malam dan jam 8 malam sesuai petunjuk pak Sisil. Rasanya sedikit pahit. Setelah minum ramuan kedua, perut saya mulai terasa berat. Menurut pak sisil, ramuan ini adalah untuk pengikisan batu supaya dapat dikurangkan. Selanjutnya, pada jam 10 malam saya juga harus meminum ramuan ketiga berwarna biru. Isi dari ramuan ini sebenarnya berwarna kuning juga.

Selain itu, batu empedu ini sangat mungkin terbentuk kembali jika kita tidak menjaga pola makan dan olah raga teratur. Sejak hari pengeluaran yang tepatnya 3 hari lalu, badan saya masih las dan makan nafsu saya hilang.

Pada saat itulah saya mulai frustasi dan beranggapan bahawa pengobatan dokter ini tidak membantu apa-apa.


Saat itu perut saya sudah terasa sangat mulas, dan saya pun akhirnya berhasil buang air besar BAB. Pada BAB pertama, saya tidak menemukan adanya pun batu yang keluar. Pada masa itu saya mula ragu jika pengobatan ini sama saja sama, tidak berhasil.

Segera saya tidak meminta HP Pak Sisil yang boleh membuat ubat herba itu. Beruntung sekali, waktu saya menelepon Pak Sisil, posisi dia sedang di Surabaya untuk mengobati pasien. Dan kebetulan waktu saya menelepon, nyeri batu empedu saya kholik sedang kambuh. Dan kerana hari itu kebetulan papa saya juga lagi di Surabaya untuk kerjaan, maka akhirnya saya janjian dengan pak Sisil agar Papa saya bisa mengambil obat ramuannya di tempat pak Sisil menginap.

Kalau diperhatikan seperti ada minyak di dalam ramuannya. Ramuan ketiga ini rasa kecut dan menurut saya paling enak diminum di antara ketiga ramuan. Setelah meminum ramuan terakhir ini, perut saya jadi terasa seperti diaduk-aduk. Saya pun cuba tidur selepas itu. Walaupun sangat sukar untuk tidur, akhirnya saya berjaya tertidur dan bangun jam 6 pagi.

forex hari ini kaskus

Dan rasa tidak enak di perut bahagian kanan sudah hilang. Ya semoga kesehatan saya segera pulih dan bisa segera melanjutkan kegiatan seperti biasanya. Terma carian masuk:

Karena tes yang dilakukan biayanya cukup mahal, saya pun tidak kembali ke dokter itu dan mencoba cara lain untuk mengobati batu empedu ini. Sekembalinya ke Malang, saya mencuba USG sendiri di Lab dan mendapati bahawa batu di kubur saya ternyata masih banyak. Pada akhirnya ketika saya mencari di internet, saya menemukan thread milik bro Nacka di kaskus yang menyebutkan bahwa mertuanya bisa sembuh dari batu bile tanpa operasi. Cara pengobatannya pun relatif aman kerana menggunakan herbal obat-obatan.

Ramuan yang pertama berwarna kuning menurut saya cukup enak diminum kerana minumnya dicampur dengan sari apel. Saya minum secara rutin ramuan pertama selama 5 hari 5 kali dan menjalankan pantangan makanan yang diberikan oleh pak sisil. Menurut Pak Sisil, ramuan ini adalah untuk proses perlindungan dinding organ sekitar empedu serta pengikisan batu bile agar tidak tajam.

Efeknya pun baru akan dirasa setidaknya di atas 10 setelah operasi. Sehingga hati menyebarkan bakteri kolestrol itu ke seluruh aliran darah yang mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit baru yang saya sebut di atas. Karena itu saya positif untuk mencoba terapi pak Sisil ini terlebih dahulu, walaupun bisa dibilang biayanya termasuk sangat mahal Biaya total lebih dari 10 juta rupiah untuk ukuran saya.

Namun, seiring dengan waktu, frekuensi sakitnya menjadi lebih sering. Puncaknya adalah pada bulan Ogos kemarin. Saat saya sedang asyik bepergian ke Bali bersama keluarga, tiba-tiba kholik-nya kambuh.

Setelah saya tanyakan ke pak Sisil, ternyata itu adalah bilirubin dan kolestrol yang tersumbat di hati akibat batu buncis. Dengan keluarnya bilirubin dan kolestrol, saya menjadi terbebas dari penyakit hepatitis dan siriosis hati. Saya sangat lega hari itu kerana pengobatannya ternyata berjaya, tapi saya sendiri belum sempat untuk tes lagi USG untuk memastikan tidak ada sisa batu dalam kantung bau saya.

Saat itu saya diberi obat untuk kedua sakit tersebut. Namun tidak sampai 3 hari saya ke dokter, ternyata kholik saya kambuh lagi. Saat itu saya pun langsung mengambil kesimpulan, bahwa ini bukanlah kram muscle atau penyakit lambung biasa.

Berbekal omongan papa saya, saya pun langsung pergi ke dokter spesialis pencernaan di Malang. Semasa di-USG, ternyata ketahuan bahawa saya memang positif mengidap batu buncis. Saat itu pun saya diberi obat untuk menghancurkan batu dan disuruh balik seminggu kemudian. Obat yang diberikan kepada saya saat itu salah satunya adalah Urdafalk Obat ini biasanya merupakan obat yang disarankan oleh dokter terhadap batu bileum pasien.

Frekuensi kambuhnya kholik pun dulu tidak sering hanya sekitar 1 kali setiap beberapa bulan. Ciri-ciri sakit yang saya alami adalah rasa sakit yang sangat hebat di daerah pinggang kanan atas daerah ulu hati, dan ini terjadi pada waktu malam sekitar jam 10 malam sampai jam 5 pagi.


Tetapi tidak lama setelah itu, karena perut saya berterusan terus, saya pun berturut-bab BAB. Dan mulai BAB kedua dan seterusnya, batu-batu berwarna hijau akhirnya keluar juga. Batu yang keluar ini mudah dikenali kerana mengapung di udara. Kalau dihitung total ada sekitar hampir batu yang keluar. Saya sendiri hanya mengambil batu yang besar-besar saja, kerana sebagian besar batunya berukuran sangat kecil. Batu terbesar yang keluar adalah sekitar sepanjang 1,5 cm. Berikut adalah penampakannya.

Sedihnya, kholik yang terjadi saat itu bertepatan dengan hari ulang tahun saya. Dan tidak seperti biasa sakit yang biasanya hilang pada pagi hari, kholik saat itu bertahan sampai sepanjang hari dan baru hilang pada waktu malam. Karena penasaran dengan sakit saya, akhirnya saya pun mulai berobat ke dokter. Karena dugaan awal saya adalah kram muscle, maka saya pun tidak ke dokter spesialis gastrousus. Dokter yang memeriksa saya ketika itu mengatakan sakit saya kemungkinan adalah lambungnya yang terluka atau musibah kram.

Hari itu, saya sedikit lemas, kerana pengeluaran secara terus menerus. Dan ada beberapa perubahan dalam tubuh saya. Mata saya berwarna kuning seperti terkena sakit kuning, dan air kencing saya berwarna kuning sekali, padahal saya banyak minum air.

Selain itu bahagian perut sebelah kanan juga terasa sedikit tidak enak walaupun tidak sakit. Menurut Pak Sisil, itu adalah efek yang normal setelah pengeluaran batu. Tapi hari ketiga ini, kesihatan saya berangsur-angsur mulai pulih. Nafsu makan sudah mulai ada walaupun belum pulih benar.

Obat-obat untuk batu empedu ini boleh dibilang cukup mahal. Saya pun mula meminum ubat pemberian doktor dan kholik pun tidak berlaku selama seminggu. Dugaan saya waktu itu, pengobatannya kelihatannya berjaya. Seminggu kemudian saya balik ke dokter itu dan di-USG lagi. Ternyata setelah di-USG, batu saya ternyata masih ada dan akhirnya diberikan obat lagi selama 3 minggu ke depan.


Masyarakat kini menyukai hal-hal yang serba praktis dan mudah. Analisis serupa juga wajib dilakuka terhadap beberapa komoditas pangan Indonesia yang berasal dari impor, terutama gandum, karena beberapa negara produsen gandum di Timur Timur mengalami gangguan musim kemarau yang diperkirakan mengurangi produksi dan cadangan gandum dunia secara signifikan. Setelah saya tanyakan ke pak Sisil, ternyata itu adalah bilirubin dan kolestrol yang tersumbat di hati akibat batu buncis. Nah, untuk usaha sampingan ini, saya punya saran tersendiri, yaitu menjadi penjual jilbab atau kerudung. Jika anda sibuk dengan pekerjaan utama anda di kantor, usaha forex hari ini kaskus boleh diserahkan teknisnya kepada pekerja. Tetapi tidak lama setelah itu, karena perut saya berterusan terus, saya pun berturut-bab BAB. Smartphone ataupun tablet juga mempunyai sistem operasi yang kuat untuk menyokong pelbagai aplikasi dan keperluan penggunanya. Pak Sisil ini orangnya asyik juga, forex hari ini kaskus, enak diajak ngobrol. Oleh itu, dari penjelasan di atas, maka harga keperluan primer harus dikendalikan oleh pemerintah.


Jadi kalau ditotal, biaya yang sudah saya keluarkan sudah 5 juta lebih. Setelah kira-kira 2 minggu lamanya, ternyata kholik-nya mulai kambuh lagi.

Selain itu saya juga harus meneliti MRCT untuk memastikan bahawa hati saya tidak mempunyai banyak lemak lemak sehingga batu tidak mudah terbentuk kembali. Dan berdasarkan penjelasan pak sisil, batu buncis ini biasanya cukup jarang dapat dibersihkan total dalam 1 x terapi.

Awalnya saya tidak tahu kalau saya adalah penderita batu bileum. Sebenarnya sakit yang saya alami di perut bahagian atas ini sudah terjadi sekitar 1 tahun lalu. Awalnya saya mengira ini hanya sakit kram musat atau masalah lambung saja.